12. Langkah-langkah Menuju Tata Kelola Universitas yang Baik
Langkah-langkah untuk mencapai Tata Kelola Universitas yang Baik (Good University Governance/GUG) memerlukan komitmen jangka panjang, perubahan budaya, dan implementasi sistematis. Proses ini bersifat siklus dan membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan.
Berikut adalah langkah-langkah utama yang sering diacu oleh perguruan tinggi di Indonesia:
1. Tahap Persiapan dan Komitmen
Langkah awal berfokus pada pembangunan fondasi dan komitmen institusional.
- Komitmen Pimpinan Tertinggi: Kepemimpinan Rektor dan Yayasan harus secara eksplisit menyatakan komitmen penuh terhadap implementasi GUG dan menjadikannya prioritas utama.
- Asesmen Diri (Self-Assessment): Melakukan evaluasi menyeluruh terhadap praktik tata kelola saat ini. Identifikasi kesenjangan antara praktik yang ada (misalnya, transparansi keuangan, efisiensi layanan) dengan prinsip-prinsip GUG.
- Perumusan Kebijakan Dasar: Mengkaji dan merevisi Statuta dan dokumen dasar lain (seperti Kode Etik dan Kode Perilaku) untuk mengintegrasikan prinsip-prinsip GUG secara formal.
2. Tahap Desain dan Implementasi Struktur
Langkah ini fokus pada pembentukan dan penguatan mekanisme formal GUG.
- Penataan Struktur Organisasi: Memperjelas pembagian wewenang, fungsi, dan tanggung jawab antara organ penetap kebijakan (Yayasan/BPH) dan organ pelaksana (Rektorat), untuk memastikan adanya mekanisme check and balance yang efektif.
- Implementasi E-GUG (Digitalisasi): Mengadopsi teknologi informasi (TI) untuk mendukung transparansi dan efisiensi. Ini termasuk mengintegrasikan sistem seperti Sistem Informasi Manajemen Aset (SIMA), E-Procurement, dan Sistem Informasi Akademik (SIAKAD).
- Pembentukan Satuan Pengawas Internal (SPI): Memastikan SPI berfungsi independen dan efektif, dengan mandat yang jelas untuk melakukan peningkatan sistem & Kebijakan, kepatuhan, keuangan, dan kinerja.
3. Tahap Implementasi Prinsip Inti
Langkah ini berfokus pada penerapan GUG di bidang-bidang fungsional utama.
- Transparansi dan Partisipasi: Menerbitkan dan mempublikasikan informasi penting secara berkala (Laporan Kinerja, Laporan Keuangan Audit) dan membuka saluran formal bagi masukan (feedback) dari mahasiswa, alumni, dan DUDI (Dunia Usaha dan Industri).
- Manajemen SDM Berbasis Merit: Menerapkan sistem SDM yang objektif dan adil untuk rekrutmen, promosi, dan remunerasi, serta mengukur kinerja dosen dan staf berdasarkan KPI yang jelas.
- Pengelolaan Keuangan Akuntabel: Menerapkan e-Budgeting dan mengikuti standar akuntansi keuangan (misalnya, PSAK 45) agar laporan keuangan dapat diaudit dan dipertanggungjawabkan.
4. Tahap Pengawasan dan Perbaikan Berkelanjutan
Langkah terakhir memastikan GUG tetap relevan dan efektif dari waktu ke waktu.
- Pengukuran Kinerja: Menetapkan dan secara rutin mengukur Key Performance Indicators (KPIs), baik untuk kinerja akademik (Tri Dharma) maupun tata kelola.
- Evaluasi dan Audit Eksternal: Secara rutin menjalani audit eksternal (keuangan oleh BPK/KAP) dan akreditasi/penjaminan mutu eksternal (oleh BAN-PT/Lembaga Akreditasi Mandiri).
- Feedback Loop dan Reformasi: Menggunakan hasil audit, evaluasi, dan feedback dari pemangku kepentingan untuk melakukan penyesuaian kebijakan (reformasi), perbaikan sistem, dan peningkatan alokasi sumber daya di periode berikutnya. Ini adalah kunci dari perbaikan berkelanjutan.
